Sijunjung, Padek—Gara-gara
truk tronton membawa muatan lebih, jembatan permanen Sungai Malangga
di Jorong Koto Mudiak, Kenagarian Durian Gadang, Kecamatan Sijunjung,
Kabupaten Sijunjung, patah. Akibat kejadian itu, kernet truk tewas
terhimpit ekskavator yang tercebur ke sungai. Sedangkan sopir dan
operator ekskavator dilaporkan selamat dalam musibah tersebut.
Kejadian berlangsung kemarin
dini hari (13/4) sekitar pukul 02.30 itu, berawal ketika sopir truk
tronton bernomor polisi B 9133 NO bermuatan ekskavator bernama Handoko,
35, warga Kota Sawahlunto, berniat menyeberangi jembatan tersebut.
Malang bagi dia, baru saja memasuki badan jembatan, tiba-tiba jembatan
patah. Truk pun menjadi miring dan membuat ekskavator tercebur ke
sungai.
Andi, 25, kernet truk turut
tercebur dan terhimpit ekskavator. Sedangkan Kadri, 40, operator
ekskavator turut menjadi korban berhasil selamat setelah terjun ke
sungai. Dia hanya mengalami luka serius di bagian wajah dan memar di
bagian tubuhnya. Dia pun sempat dirawat intensif di Puskesmas Muaro
Gambok, Nagari Muarosijunjung.
Informasi dihimpun Padang Ekspres
melalui Handoko. Sedianya, dia akan membawa ekskavator itu menuju
Siloka, Kenagarian Duriangadang. Namun sewaktu melewati badan
jembatan, ban truk bagian kiri belakang melindas kayu jembatan yang
sudah lapuk. Akibatnya, truk miring dan membuat ekskavator terjun
bebas ke sungai diikuti dua rekannya.
”Saya sudah tidak yakin truk
bisa melewati jembatan itu. Namun karena pemilik alat berat yang ikut
menunjukkan jalan memaksa alatnya diturunkan di lokasi berjarak lebih
kurang 300 meter lagi dari lokasi kejadian, secara terpaksa saya
melewatinya. Tiba-tiba di tengah jembatan, ban belakang anjlok dan
membuat ekskavator terjun,” ungkapnya terlihat trauma itu.
Menurut Handoko alat berat
tersebut milik warga pasar ternak Palangki, Kecamatan IV Nagari
Sijunjung. Nah, usai kejadian orang yang mengikutinya sebagai penunjuk
jalan menghilang. Menurut salah seorang warga sekitar tak mau namanya
disebutkan mengatakan, alat berat tersebut akan dibawa ke lokasi
tambang emas berada di Siloka, Kenagarian Duriangadang.
”Alat berat tersebut diduga
akan dibawa ke lokasi tambang tak jauh dari lokasi. Biarpun begitu, saya
belum bisa memastikan karena alatnya belum sampai ke situ,” sebut
warga tak mau dikorankan namanya itu.
Sementara Kapolres Sijunjung
AKBP Sugeng Riyadi didampingi Paur Humas Polres Sijunjung Ipda Guzirwan
mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab kecelakaan. Dugaan
sementara, karena ban belakang anjlok dan membuat muatannya terjatuh.
”Operator alat masih dirawat
di Puskesmas Gambok, sementara sang sopir kita amankan di Polres untuk
dimintai keterangan,” ungkapnya kepada wartawan, di lokasi kejadian,
kemarin (13/4). Soal ke mana alat dibawa, Kapolres tak mau berspekulasi.
”Kita belum bisa memastikan alat tersebut akan digunakan untuk apa,
karena alatnya belum sampai ke lokasi,” tuturnya.
Pantauan Padang Ekspres
di lokasi kejadian, sampai pukul 12.00 jasad korban masih belum bisa
dievakuasi karena tidak adanya alat berat mengangkat ekskavator. Namun,
puluhan warga sekitar tetap berusaha mengeluarkan jasad korban.
Kepala Jorong Koto Mudiek, Ardi
mengatakan, jembatan semi permanen Sungai Malangga dibangun sekitar 8
tahun lalu. Jembatan itu, tambahnya, jarang dilalui kendaraan berat
apalagi tronton. Akibat kejadian itu, warga Jorong Tanggalo dan Jorong
Pinang berpenduduk 180 KK biasa melewati jembatan itu, jadi terhambat.
”Kita tidak tahu apakah muatannya sesuai atau tidak, yang jelas jembatan
tersebut masih semi permanen,” ungkap Ardi. (mg19)
[ Red/Administrator ]
#Source From : http://padangekspres.co.id/
#Source From : http://padangekspres.co.id/
Anda Baru Saja Membaca Berita Tentang "Jembatan Patah, 1 Tewas". Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL https://rudi-apriasi.blogspot.com/2013/04/jembatan-patah-1-tewas.html.
[Home]