Sunday, April 14, 2013

Jembatan Patah, 1 Tewas


Ekskavator yang terjatuh
Sijunjung, Padek—Gara-gara truk tronton membawa muatan lebih, jembatan per­manen Sungai Malangga di Jorong Koto Mudiak, Kena­garian Durian Gadang, Ke­camatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, patah. Akibat ke­jadian itu, kernet truk tewas terhimpit ekskavator yang tercebur ke sungai. Sedangkan sopir dan operator ekskavator dilaporkan selamat dalam musibah tersebut.

Kejadian berlangsung ke­marin dini hari (13/4) sekitar pukul 02.30 itu, berawal ketika sopir truk tronton bernomor polisi B 9133 NO bermuatan ekskavator bernama Handoko, 35, warga Kota Sawahlunto, berniat menyeberangi jem­batan tersebut. Malang bagi dia, baru saja memasuki badan jembatan, tiba-tiba jembatan patah. Truk pun menjadi miring dan membuat ekskavator tercebur ke sungai.

Andi, 25, kernet truk turut tercebur dan terhimpit eks­kavator. Sedangkan Kadri, 40, operator ekskavator turut men­jadi korban berhasil se­lamat setelah terjun ke sungai. Dia hanya mengalami luka serius di bagian wajah dan memar di bagian tubuhnya. Dia pun sempat dirawat in­tensif di Puskesmas Muaro Gambok, Nagari Mua­ro­si­junjung.

Informasi dihimpun Pa­dang Ekspres melalui Han­doko. Sedianya, dia akan me­mbawa ekskavator itu menuju Siloka, Kenagarian Du­ria­ngadang. Namun sewaktu me­lewati badan jembatan, ban truk bagian kiri belakang me­lindas kayu jembatan yang sudah lapuk. Akibatnya, truk miring dan membuat ek­skav­ator terjun bebas ke sungai diikuti dua rekannya.

”Saya sudah tidak yakin truk bisa melewati jembatan itu. Namun karena pemilik alat berat yang ikut menunjukkan jalan memaksa alatnya ditu­runkan di lokasi berjarak lebih kurang 300 meter lagi dari lokasi kejadian, secara ter­paksa saya melewatinya. Tiba-tiba di tengah jembatan, ban belakang anjlok dan membuat ekskavator terjun,” ungkapnya terlihat trauma itu.

Menurut Handoko alat berat tersebut milik warga pasar ternak Palangki, Keca­matan IV Nagari Sijunjung. Nah, usai kejadian orang yang mengikutinya sebagai pe­nun­juk jalan menghilang. Me­nurut salah seorang warga sekitar tak mau namanya dise­butkan me­ngatakan, alat berat tersebut akan dibawa ke lokasi tambang emas berada di Silo­ka, Ke­nagarian Duriangadang.

”Alat berat tersebut diduga akan dibawa ke lokasi tambang tak jauh dari lokasi. Biarpun begitu, saya belum bisa me­mastikan karena alatnya be­lum sampai ke situ,” sebut warga tak mau dikorankan namanya itu.

Sementara Kapolres Si­junjung AKBP Sugeng Riyadi didampingi Paur Humas Pol­res Sijunjung Ipda Guzirwan mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab kec­e­lakaan. Dugaan sementara, karena ban belakang anjlok dan membuat muatannya ter­jatuh.

”Operator alat masih dira­wat di Puskesmas Gambok, sementara sang sopir kita amankan di Polres untuk di­mintai keterangan,” ung­kap­nya kepada wartawan, di lokasi kejadian, kemarin (13/4). Soal ke mana alat dibawa, Kapolres tak mau berspekulasi. ”Kita belum bisa memastikan alat tersebut akan digunakan un­tuk apa, karena alatnya belum sampai ke lokasi,” tuturnya.

Pantauan Padang Ekspres di lokasi kejadian, sampai pukul 12.00 jasad korban ma­sih belum bisa dievakuasi karena tidak adanya alat berat mengangkat ekskavator. Na­mun, puluhan warga sekitar tetap berusaha mengeluarkan jasad korban.

Kepala Jorong Koto Mu­diek, Ardi mengatakan, jem­batan semi permanen Sungai Malangga dibangun sekitar 8 tahun lalu. Jembatan itu, tam­bahnya, jarang dilalui ken­daraan berat apalagi tronton. Akibat kejadian itu, warga Jorong Tanggalo dan Jorong Pinang berpenduduk 180 KK biasa melewati jembatan itu, jadi terhambat. ”Kita tidak tahu apakah muatannya sesuai atau tidak, yang jelas jembatan tersebut masih semi per­ma­nen,” ungkap Ardi. (mg19)
[ Red/Administrator ]
#Source From : http://padangekspres.co.id/ 

Kualitas Halaman Ini

Followers