SOLSEL, HALUAN — Nurbani alias Mak Bani
(80) warga Batanglawe Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan
ditemukan tewas mengenaskan di ruang tamu rumahnya, Selasa (9/4).
Diduga korban tewas akibat aksi perampokan.
Nenek yang kesehariannya itu berprofesi sebagai dukun
kampung yang mampu mengobati dan membantu pasangan suami istri agar
memiliki momongan itu, ditemukan tewas bersimbah darah dengan kondisi
tertelungkup. Wajah dan lehernya luka lebam, sedangkan kulit dada di
bagian kanannya mengelupas dan memar.
Kejadian itu dilaporkan ke Polsek Sungai Pagu. Kapolsek
Sungai Pagu Iptu Nasirwan menyebutkan, diduga Mak Bani tewas karena
dipukul dengan plang pintu rumah. “Pelaku diduga dua orang. Mak Bani
diduga dipukul menggunakan plang pintu di bagian wajah yang menyebabkan
dahi, hidung, mulut, dan sampai ke leher luka lebam,” ujar Kapolsek.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada perkembangan
kasus yang mengarah kepada pelaku pembunuhan itu. “Sulit untuk
diselidiki karena kejadiannya sudah dua hari, dan tidak ada satupun
tetangganya yang tahu. Kalau tamu yang datang ke rumah Mak Bani itu
memang banyak pada Minggu (7/4), tetapi masyarakat sekitar sudah maklum
karena Mak Bani pandai memberikan obat tradisional,” terangnya.
Akibat kejadian itu, kalung yang dipakai Mak Bani
seberat 8 emas raib, sedangkan uang sebesar Rp12 juta dan gelang seberat
8 emas yang juga dimiliki Mak Bani belum diketahui keberadaannya. “Kita
akan terus kembangkan peristiwa ini,” pungkas Kapolsek.
Mak Bani sudah disemayamkan di belakang rumahnya di
Batang lawe Kecamatan Sungai Pagu, Rabu (10/4). Anak-anaknya, cucu dan
masyarakat setempat merasa haru dengan kepergian Mak Bani.
Hasil penelusuran Haluan ke lokasi kejadian,
ada kemungkinan pelaku memasuki rumah Mak Bani dengan jalan paksa.
Karena, satu bidang kaca rumah Mak Bani dicopot dan kawat pengaman rumah
dilubangi. Kemungkinan, pelaku membuka plang pintu lewat kawat yang
dilubangi.
Sejak kedatangan tim olah TKP kepolisian, semua orang
dilarang memasuki rumah Mak Bani. Police line masih terpampang di depan
rumah. Hal itu benar-benar membuat rumah Mak Bani sepi. Lingkungan
rumah dipenuhi tanaman dapur hidup, dan agak remang-remang.
Menurut keterangan cucu yang menemani Yeni (30). Ia
menemukan neneknya pada Selasa (9/4) sekitar pukul 18.30 WIB. “Saya
biasa meminta air sumur di rumah nenek, terakhir Minggu (7/4) kami masih
berkunjung ke rumahnya. Sudah dua hari saya tidak melihat wajah beliau,
maka saya telepon cucu nenek yang di Jakarta, namun nenek tidak ada di
Jakarta,” jelasnya.
Mendengar jawaban nenek tidak ada di Jakarta, Yeni yang
hanya berjarak 100 meter dari rumah neneknya itu melihat neneknya ke
rumah. “Saat mendekat ke rumah nenek, saya mendengar suara TV sangat
keras, saya ketuk pintu sambil memanggil nenek tetapi nenek tidak
menjawab. Lama tidak menjawab, maka saya curiga sesuatu yang buruk
terjadi maka saya dombrak pintu itu,” terangnya.
Saat pintu didobrak, Yeni melihat langsung tubuh
neneknya tertelungkup di ruang tengah. Dengan kondisi bersimbah darah,
kepala Mak Bani dialas pakai bantal. “Saya terkejut, dan saya minta
tolong ke banyak tetangga, tetapi tetangga banyak yang tidak berani
menolong karena mungkin takut diminta keterangan polisi. Akhirnya, saya
temui Pak Jorong Aidil Fitri. Pak jorong memberitahu kepada kepolisian,”
ucapnya.
Melihat kondisi tubuh neneknya bersimbah darah itu, Yeni
ketakutan dan spontan mengeluarkan pekikan keras. Sehingga warga
setempat berhamburan keluar mendengar teriakan minta tolong dari Yeni.
Isak tangis dan air mata yang tak terbendung, mengisi suasana haru dari
Yani dan bersama warga untuk melapor kepada kepala jorong setempat.
Dari keterangan beberapa warga yang ditanya tentang
kematian Mak Bani, tidak ada seorangpun yang mengetahui ataupun yang
mendengarnya. Walaupun jaraknya hanya 100 meter dari rumah neneknya itu,
namun Yeni tidak pernah mendengar teriakan neneknya. Bahkan, dua rumah
yang hanya 30 meter dari rumah Mak Bani tidak satupun dari anggota
keluarga yang mendengar ada teriakan Mak Bani. Demikian dengan suara TV
yang diakui banyak orang sangat keras dibunyikan, tetapi tetangga Mak
Bani mengaku tidak tahu kapan suara tv itu mengeras.
“Mak Bani dalam kesehariannya telah biasa menerima tamu
dari jorong lain. Beliau dukun yang bisa membantu pasangan suami-istri
untuk mendapatkan anak dengan uruik (pijatan)nya. Beliau sudah
pernah naik haji, jadi beliau sering membaca Alquran tengah malam dengan
mikrofon,” ujar Siel, tetangga jauh Mak Bani.
Demikian dengan anak tertua Mak Bani, Iswandi. “Saya
baru tahu kalau ibu meninggal ketika diberitahu sama adik saya si Emi.
Saya terkejut, karena memang saya sudah lama tidak bertemu dengan ibu,”
ujarnya. Dari keterangan Iswandi, ia dengan adik-adiknya memang
memiliki kerenggangan dengan orang tua mereka. Alasannya, Mak Bani marah
dengan anak-anaknya. Entah soal apa, tetapi bagi Iswandi sendiri sudah
hampir enam (6) tahun tidak menemui ibunya.
Tetangga Mak Bani bahkan nyaris memiliki hubungan
dengannya. Kalau tidak anak, mungkin cucu, atau ada juga satu suku
dengan mak bani. Akan tetapi, malang bagi yang sudah lama tinggal
sendirian itu, tidak ada satupun tetangganya yang mengetahui saat
kejadian stragis itu terjadi.
Menurut Yeni dan warga sekitar, Mak Bani masih mengaji
pada Minggu (7/4) malam. Bahkan, banyak pasien yang datang berobat.
Namun, dua hari setelah itu, sampai jasad Mak Bani ditemukan kaku,
rumahnya selalu tertutup rapat, dan tidak ada tanda-tanda nenek itu
sedang di rumah. Tetapi aneh, mengapa suara TV tidak terdengar juga oleh
warga.
Iswandi anak tertuanya, mewakili anaknya yang lain,
meminta agar aparat kepolisian dapat mengungkap pelaku perampokan yang
menyebabkan orang tuanya tewas bersimbah darah.
“Saya berharap pihak kepolisian bisa mengungkap siapa pelaku
pembunuhan ibu saya, karena sudah tak manusiawi lagi. Bila ada warga
yang mendengar peristiwa pembunuhan itu, berikanlah kesaksian. Agar
kasus ini, tak terulang lagi di daerah ini,”pintanya. (h/col)
#Source From : http://harianhaluan.com
Anda Baru Saja Membaca Berita Tentang "Diduga Korban Perampokan". Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL https://rudi-apriasi.blogspot.com/2013/04/diduga-korban-perampokan.html.
[Home]